Senyum Adalah Pesan Kebahagiaan Yang Paling Cepat Sampai Ke Hati....
Jangan Menunggu Bahagia Untuk Bisa Tersenyum...
Tetapi Tersenyumlah Untuk Menjemput Kebahagiaan Itu.

Selasa, 06 Maret 2012

Modus Baru Penipuan Lewat Facebook

      Tadi malam, saya di telfon oleh salah satu teman yang ada diluar kota. Tempatnya di Palangkaraya (Kalimantan). Dia menanyakan pada saya, “Kam tau tidak dimana kampung KEMPAWA?” lalu saya jawab : ya saya tau, emang ada apa dengan kampung KEMPAWA? (kempawa adalah salah satu desa di kabupaten Dairi yang dominan di diami oleh suku karo, Sumut) lalu berceritalah teman saya ini, ternyata ada seorang anak laki-laki yang jadi korban penipuan lewat jejaring sosial “facebook”.

Bagaimana ceritanya kok kam bisa tau? Tanya saya pada teman yang di Palangkaraya tadi. Begini ceritanya, Ada seorang anak laki-laki dengan umur berkisar 23 Thn, dengan nama ****** Sembiring dan tinggal di kampung KEMPAWA (Sumut). Sudah menjalin hubungan kasih dengan seorang gadis bernama ***** br Sitepu yang mengatakan tinggal di Palangkaraya (Kalimantan). Dan perkenalan mereka diawali dari situs jejaring sosial “facebook”

Sekitar 4 bulan lamanya mereka sudah menjalin hubungan jarak jauh. Si Sembiring yang keseharianya pergi keladang/bertani dan penggembala sapi begitu tulus mencintai br Sitepu yang sedang kuliah. Dan ternyata si br Sitepu juga sudah sering berkomunikasi dengan orang tua si Sembiring lewat telfon. Selain itu juga Sembiring sering mengirimkan uang kepada br Sitepu lewat Pos (cinta mengalahkan akal pikiran). Pada tanggal 5 Januari 2012 si Sembiring berbicara lewat telfon dengan si Sitepu, mereka sudah sepakat menjalani hubungan mereka ke jenjang yang lebih jauh, yaitu Pernikahan.

Si br Sitepu berkata “kalau memang kam serius dan mau menikah denganku, mari jemput aku ke Palangkaraya biar sama-sama kita pulang dan menikah” itulah perkataan br Sitepu. Malam hari di tanggal 5 Januari 2012, si Sembiring menemui kedua orang tuanya dan mengutarakan niatnya untuk pergi ke Palangkaraya pada tanggal 7 Januari 2012 menemui dan menjemput kekasih hati si br Sitepu. Tapi orang tuanya melarang kepergianya, tapi si Sembiring tidak perduli. Dia tetap pada pendiriaanya.
Tanggal 6 Januari 2012, si Sembiring menjual beberapa ekor Sapi nya. Dengan maksud untuk membeli tiket pesawat pulang pergi dan biaya selama di jalan dan biaya lain-lain. Si Sembiring berpamitan dengan orang tua juga dengan teman-temannya di kampung. Banyak nasehat-nasehat dari teman-temanya si sembiring, salah satunya termasuk menyimpan uang di dalam kaus kaki yang dipakainya :) dan di dompetnya hanya uang pecahan 1000an yang disimpan.

Berangkatlah si Sembiring ke kota Medan. Sesampai kota Medan, dia langsung menuju ke bandara Polonia menggunakan jasa becak motor roda 3 yang ada di padang bulan, tidak ketinggalan juga oleh-oleh si Sembiring, ada nenas, manggis, pisang, apel dan jeruk yang dimasukkan ke dalam 2 kardus indomie, dan selendang khas suku karo (UIS GARA atau Beka buluh) yang dililitkan di bahu sampai lehernya. Sesampai di Bandara Polonia si Sembiring menelpon kekasihnya si br Sitepu, dengan maksud mengatakan bahwa si sembiring sudah di Bandara Polonia dan lagi membeli tiket pesawat dengan tujuan Palangkaraya. Dan si br Sitepu mengatakan kalau dia sudah ada dan menunggu kedatangan si Sembiring di Bandara Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya.

Pesawat yang membawa si Sembiring dari kota Medan mulai lepas landas dan terbang menuju Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Di Jakarta dia melanjutkan penerbanganya dengan maskapai yang sama setelah para penumpang yang menuju Palangkaraya sudah masuk ke pesawat.
Di dalam perjalanan tiba-tiba terdengar suara dari speaker yang ada di dalam kabin penumpang “Sebentar lagi pesawat akan mendarat di Bandara Udara Tjilik Riwut Palangkaraya, silahkan kembali ke tempat duduk anda dan kenakan sabuk pengaman/pinggang anda terima kasih”. Berdebar-debar jantung si Sembiring setelah mendengar suara di speaker itu. Akhirnya pesawat mendarat dengan selamat dan berhenti.
Dan turunlah semua penumpang dari dalam pesawat menggunakan tangga dorong pesawat yg sudah disediakan. Si Sembiring lalu menghidupkan handphone nya dan menelfon kekasihnya si br Sitepu. Tapi apa yang terjadi ?? Ternyata no telfon yang dituju sudah tidak aktif atau dalam posisi off/mati. Berulang kali dicoba untuk menelfon si br Sitepu, tetapi tetap saja tidak masuk-masuk juga. Dengan mencoba menenangkan diri si Sembiring mengambil tasnya dan 2 buah kardus oleh-olehnya di tempat ekskalator barang. Tidak lupa, dia semakin melebarkan UIS GARA yang dia selendangkan dibadanya tadi agar semakin terlihat si br Sitepu pikirnya. Dan berjalanlah dia menuju pintu keluar dari ruangan. Dan dicobanya lagi menelfon si br Sitepu sambil berjalan-jalan mengitari keramaian orang-orang di Bandara tersebut. Tapi tetap saja tidak ada jawaban. Menangislah si Sembiring, dia sudah panik. Tidak tau harus bagaimana lagi.

Dalam tangisannya yang tersedu-sedu di salah satu sudut di bandara Palangkaraya tersebut, ada salah seorang supir taksi menghampirinya dan bertanya. “Kenapa kamu menangis? Ada apa?” kemudian si Sembiring menjawab dengan menggunakan bahasa indonesia yang masih kental ke karo anya, “Ada orang karo disini bang? Bisa kam antarkan aku menemuinya? Aku sudah tersesat, Aku tidak ada kenal orang disini jawabnya sambil terus menangis dan sesekali mengusap air matanya dengan UIS GARA yg ada dibadannya.
Secara kebetulan atau tidak, ternyata supir taksi tersebut adalah langganan teman saya yang juga orang karo. Si supir taksi langsung menelpon teman saya tadi dan menceritakan tentang kejadian yang menimpa si Sembiring. Karena memang teman saya lagi sibuk dalam pekerjaanya, teman saya menyuruh agar si supir taksi membawa si Sembiring ke Kapolda Palangkaraya dan nanti bertemu disana kata teman saya.
Dengan bantuan supir taksi tadi, si Sembiring diantar ke Kapolda Palangkaraya. Si Sembiring masih terus menangis.

Sesampai di Kapolda, Si Sembiring menatap semua orang yang ada di situ, dan tidak ada 1 pun yang dikenalnya. Air matanya terus mengalir membasahi pipinya hingga bajunya. Dan tibalah teman saya tadi dengan kakaknya juga abang iparnya bermarga Sembiring yang juga polisi berpangkat Mayor di Kapolda tersebut. Mereka langsung menemui si Sembiring yang masih menangis tersedu-sedu. Setelah bertemu, si Sembiring langsung memeluk teman saya (padahal teman saya ini perempuan loh, uga e sembiring?) dan berkata : “Aku mau pulang ke KEMPAWA hu..hu..hu..” sambil terus menangis si Sembiring berkata, “Asal bisa aku pulang ke kampung, Jadi tukang cuci bajundu dan piringndu juga aku mau, menyapu rumah dan mengepel rumahndu juga aku mau asal aku bisa pulang kata si Sembiring terisak-isak tangisnya pada teman saya. Lalu teman saya berkata, “ia kam tenang dulu, kam pasti pulang. Tapi coba kam ceritakan dulu kenapa kam bisa sampai di Palangkaraya ini?” Begitu teman saya bertanya pada si Sembiring.

Lalu berceritalah si Sembiring mengenai niat kedatangannya menemui si br Sitepu. Dan ahirnya teman saya meminta no telfon si br Sitepu, dan menelfonya dengan perbincangan yang cukup singkat. Ternyata diambil kesimpulan, si Sembiring telah DI TIPU! Karna si br Sitepu itu bukannya di Palangkaraya, tetapi di Batam. Si br Sitepu juga acuh terhadap omongan teman saya yang mengatakan si Sembiring mencari br Sitepu ke Palangkaraya. Dan apa jawaban br Sitepu? “siapa suruh percaya katanya enteng” si Sembiring menunjukkan Profil facebook si br Sitepu dari handpone nya. “Ini foto pacarku tadi kak kata si Sembiring pada temanku, dan alangkah kagetnya temanku. “itu kan artis, namanya Mika Tembayong (sinetron Nada-nada cinta) dalam waktu yang bersamaan polisi juga melacak no handphone si br Sitepu dan ternyata memang benar. Dari hasil lacakan di Kapolda itu, si br Sitepu ada di Batam. Dan polisi di tempat mereka sekarang berada berkata kepada si Sembiring, “apa kam mau ini ditindak lanjuti?” si Sembiring menjawab, tidak usah bang. Aku mau pulang ke KEMPAWA saja.

Padahal jika kamu mau ini ditindak lanjuti, dalam waktu 15 menit dia sudah pasti polisi Batam tangkap kata kapolda Palangkaraya, tetapi tetap saja si Sembiring menjawab tidak usah (mungkin gara-gara cinta mati kali ya he..) dia tidak mau tersakiti wanita yang dicintainya. Dia rela jika dia yang tersakiti. Dan si Sembiring cuma minta pulang. Teman saya bertanya, ada uangndu beli tiketndu dek? Kalau tidak ada, biar kami yang ambil kata Kapolda Palangkaraya.

Cukup segini kan kak? Si Sembiring mengeluarkan uang dari dalam kaus kakinya. Semua polisi tersenyum padanya karena uang disimpan di dalam kaus kaki. Malam itu dia menginap di rumah salah satu orang karo bermarga Tarigan, dan malam itu juga si Sembiring menelfon ke orang tuanya di KEMPAWA, yang ada orang tuanya malah marah-marah dan mengomeli dia, anak yang tidak pernah mendengarkan kata orang tua! Kau jual sapi/lembu mu, sia-sia semuanya kata orang tuanya. Dan keesokan harinya berangkatlah dia ke Medan. Tiket juga sudah ditangannya.. Kisah yang menurut saya banyak makna dibalik cerita ini. Bukan maksud saya menyerang atau menjelek-jelekkan 1 pihak, tapi mari kita ambil sisi positif dari cerita ini. Terima kasih.

Rabu, 21 Desember 2011

"Tersenyum" Pengajaran tidak langsung dari Pdt Mulianta E br Purba

Tepat pada tanggal 19 Des 2011, pada pukul 20.30 Wib di Gereja GBKP RG Graha Harapan ada acara Ngapul-ngapuli (Memberi Penghiburan) kepada keluarga Naras (suami) Pdt Mulianta Enaria br Purba (istri) {Gembala Sidang GBKP RG Graha Harapan}. Karena pada bulan November yang lalu Opung Doli (orang tua laki-laki dari Naras) telah pergi menghadap BAPA di Surga.

Acara Penghiburan tersebut dipandu oleh seorang Diaken Ruth br Sembiring dibantu Organis Muda nan penuh talenta dari Graha Harapan, Leonardo Tarigan. Dan Renungan singkat dipimpin oleh Pdt Em Amat Ginting Jawak. Tema renungan pada saat itu adalah "Orang Percaya pada Tuhan yang meninggal, Amat berharga bagi Tuhan"

Acara dimulai dengan menyanyikan beberapa lagu puji-pujian dan Doa dari Diaken Ruth br Sembiring. Setelah itu diberikan kesempatan kepada Naras Pdt Mulianta E br Purba untuk menceritakan bagaimana kehidupan dari orang tua Naras ini sampai pada ahirnya pergi menghadap Tuhan. Naras terlihat begitu santai dan tegar dalam bercerita. Dan sesekali Naras menundukkan kepala sambil mengusap matanya. Dan tatkala dalam bercerita, ada sesuatu hal yang Naras tidak tau apa namanya dan bertanya kepada sang istri (Pdt Mulianta E br Purba) dan apa yang terjadi ?? Ternyata sang istri menatap mata Naras dengan penuh kasih sayang dan sambil tersenyum sang istri menjawab pertanyaan Naras (sang suami) ada sekitar 3x itu dilakukan mereka, dan ketiga-tiganya dijawab sang istri dan tidak ketinggalan senyumnya juga :)

Dari kisah diatas, dapat saya simpulkan ; seorang gembala sidang Pdt Mulianta E br Purba (sang istri) ternyata tidak hanya ceramah dalam berkotbah saja tugasnya, tetapi menjadi contoh, panutan, teladan bagi jemaat-jemaatnya. Secara tidak langsung Dia memberikan contoh dan sikap yang baik dan mesra seorang istri pada suami. Tercabik-cabiklah hati orang/jemaat yg selama ini bertolak belakang dijalankanya seperti yang dilakukan Pdt Mulianta E br Purba. 1 pelajaran berharga dan penting ditunjukkanya pada kita semua. Dan saya yakin, masih banyak yang akan diperlihatkan dan ditunjukkan pada kita jemaat Rg Graha Harapan..

Sekretaris BP RG Graha Harapan (Pt Rajabana Sinulingga) mengatakan pada malam penghiburan tadi malam, sudah tambah 1 tugas Pdt kita yaitu "Natap ayo Naras janah cirem" :)

Cirem = Senyum

Senyum Adalah Pesan Kebahagiaan Yg Paling Cepat Sampai Ke Hati....
Jangan Menunggu Bahagia Untuk Bisa Tersenyum...
Tetapi Tersenyumlah Untuk Menjemput Kebahagiaan Itu.
(~,~)

Maka dari itu, mari kita semuanya, siapapun kita.. Mari kita tersenyum pada pasangan kita, pada lawan bicara kita, dan orang" yang kita kasihi. Karena itu penting sekali dalam hidup ini. GBU ALL

NARAS : Panggilan/sebutan kepada SUAMI dari Pdt.

Kamis, 15 September 2011

Kisah "Merpati & Mawar Putih"

Pagi itu, seekor merpati putih tengah bertengger di atas pohon. Sesekali ia menganggukan kepalanya seolah-olah memberi ucapan selamat pagi pada mentari yang muncul dari ufuk timur. Merpati itu terlihat sangat gagah. Bulunya putih dan bersih tak heran jika banyak merpati betina yang ingin menjadi pasangan hidupnya. Namun, merpati itu tak bisa membagi cintanya pada siapapun karena hatinya telah tertambat pada mawar putih yang ia jumpai beberapa hari yang lalu.

Seperti biasanya, merpati putih itu terbang meninggalkan sarangnya untuk menemui mawar putih cantik di sebuah taman. Merpati itu terbang mengepakkan sayapnya dengan gagah dan bersahaja sambil menyanyikan lagu cinta untuk mawar putih. Dari atas langit, ia menujukan pandangannya pada mawar putih itu. Tak lama kemudian, ia pun tiba menemui mawar putih tersebut.

“Selamat pagi Kekasihku!” sapa Merpati itu lembut pada kekasihnya.

Mawar putih menjawab lemah, ”Selamat pagi, Sayang!”

“Kasih, kenapa pagi ini kamu terlihat murung? Mengapa kamu gak terlihat segar seperti biasanya sih?” tanya Merpati putih heran.

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” 

“Katakan sayang!” pinta merpati penasaran.

”Sebenarnya aku berat untuk mengatakan hal ini, tapi aku harap sudah semestinya kamu tahu. Aku ingin kamu gak usah menemui aku lagi.” pinta mawar putih.

“Apa yang kamu katakan? Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa aku menyakitimu?” tanya merpati ingin tahu.

“Karena aku ingin melupakanmu, sayang.” Ucap Mawar putih yang pagi itu benar-benar terlihat layu.

“Ada apa denganmu? Mengapa kamu katakan itu? Kamu ragu dengan cintaku ini?

“Aku tahu akan hal itu, tapi aku tidak akan bisa menerimamu, aku benar-benar tidak bisa.”

”Mengapa? Apa karena kamu malu dengan mawar yang lainnya karena engkau tidak memiliki warna merah yang cantik seperti mereka? Atau ada alasan lain yang membuatmu seperti ini? Sayang dengar, meski kamu memiliki kulit yang jauh berbeda dengan mawar yang lainnya, aku akan tetap mencintaimu. Aku menerimamu apa adanya.”

”Bukan karen hal itu, sayang. Jujur, awalnya aku memang malu karena ditempat ini hanya aku yang mimiliki warna putih tapi, bukan itu alasannya. Sejak kamu ada di sini, aku merasa memiliki teman, aku juga tidak bisa memungkiri bahwa aku juga cinta padamu.”

“Lalu?”

“Apa kamu gak nyadar? Kita berbeda. Kita gak mungkin bisa meneruskan hubungan ini. Aku dan kamu gak akan bisa menjalin hubungan ini lebih jauh.”

“Sayang, aku gak peduli akan hal itu. Aku akui kita memang berbeda, tapi aku juga akui bahwa aku tidak bisa mendapatkan cinta selain cinta darimu.”

“Maaf, aku gak bisa meneruskan hubungan ini. Karena kita ditakdirkan tidak untuk bersama, aku takut aku tidak bisa membahagiakanmu, aku tidak bisa memberimu anak, karena kita memang sangat berbeda, aku harap kamu mau mengerti dan mau menerima keputusanku ini,” kata Mawar putih menjelaskan.

Merpati tertunduk kecewa, ”Oke, kalau itu mau kamu aku terima. Tapi, ijinkanlah aku membahagiakanmu untuk yang terakhir kalinya. Aku memiliki permintaan untukmu.”

“Apa?”

“Aku mau, aku menghabiskan akhir hidupku di sampingmu dan aku juga ingin membuatmu bahagia karena memiliki mahkota merah seperti yang kau inginkan.” ucap merpati.

”Apa yang kamu lakukan?” tanya mawar putih heran.

Merpati menarik salah satu ranting pohon kecil di sekitar tempat mwar putih. Ditajamkannya ujung ranting tersebut menggunakan paruhnya. Lalu, merpati tersebut melukai dadanya menggunakan ranting tajam tersebut. Kemudian ia terbang di atas mawar putih sehingga perlahan darah itu menetes di atas kulit mawar putih. Merpati terus terbang menghabiskan darahnya untuk mawar putih. Beberapa saat kemudian kulit mawar putih berubah menjadi merah. Mawar putih menangis melihat kesetiaan cinta merpati putih padanya. Ia benar-benar tak sanggup melihat kesetiaan mawar putih memberikan darah untuknya. Ia tidak bisa menghentikan apa yang dilakukan oleh merpati putih. Hingga tak lama kemudian, merpati putih jatuh, dadanya berlumuran darah, ia terkapar di tanah. Di akahir-akhir hidupnya, ia menatap lekat mawar putih, terlihat setitik air bening di sudut matanya. Ia memberikan senyuman indah pada mawar putih sebelum akhirnya ia tak bergerak dan menghembuskan nafas terakhirnya di samping mawar putih.

Bertahun-tahun setelah itu mawar putih kini telah berubah menjadi mawar merah yang begitu cantik. Sejak saat itu pula, mawar merah memiliki duri-duri yang begitu tajam. Ia ingin duri itu menjaga kecantikan yang diberikan oleh merpati putih untuknya karena dengan duri itu juga ia ingin menjaga apa yang telah diberikan oleh kekasih yang sangat mencintainya. Merpati putih telah mengajarkan padanya tentang arti kesetiaan dan keabadian.

Merpati putih telah menunjukkan satu kisah yang teramat indah. Merpati juga juga telah membuktikan bahwa untuk memiliki apa ia ingini tidak harus selalu bersama. Dan, merpati putih memberikan pelajaran bahwa membahagiakan siapa saja yang kita cintai adalah cara terindah agar cinta kita tak lekang oleh waktu.

Maka hargailah siapapun yang mencintai kamu sebelum mereka pergi jauh darimu….
Terkadang kita sering mati rasa saat seseorang mencintai kita….
Bahkan kita menyia-nyiakan mereka….


Sabtu, 04 Juni 2011

Usahawan Ketimpa Sial "JOKES"

Seorang Boss yang mata keranjang mencoba merayu seorang gadis berambut pirang yang duduk disebelahnya dalam sebuah penerbangan. Dengan Batuk-batuk gadis itu tetap diam. Dia mencoba mengajaknya mengobrol, Gadis itu malah menutup matanya. Maka dengan jurus terahir dia berkata, "Ayo main tebak-tebakan". Jika saya tidak bisa menjawab pertannyaan Anda, maka saya akan bayar Anda $10 (10 Dollar). Tetapi jika Anda tidak bisa menjawab pertannyaan Saya, Maka Anda yang harus bayar kepada saya $10..

Gadis itu tetap bergeming. Karena merasa jengkel, Usahawan itu berkata. "Bagaimana kalau nilainya saya tingkatkan 10 kali lipat. Jika saya tidak berhasil menjawab pertanyaan Anda, Saya akan membayar ana $100. Sebaliknya, Jika jika anda tidak bisa menjawab pertanyaan saya, Anda cukup membayar $10 saja!.

Kali ini gadis itu tertarik. "Baik, saya memulai lebih dulu. "Makhluk apa yang ketika naik ke atas gunung kakinya tiga, tetapi begitu turun gunung kakinya empat!!?"
Pengusaha itu pusing, dia mencoba menyembunyikan kalau dia tidak bisa menjawab pertannyan itu. Dia membuka laptopnya dan mencari di Google Search. Tidak ada, Dia buka Program Ensiklopedia, tidak ketemu juga. Dia coba cari di buku pintar, tetapi tidak ada juga. Dengan jengkel dia membuka internet dan browsing di internet, ternyata tidak ada juga jawabannya. Ahirnya dia menyerah dan menyerahkan uang $100 tersebut kepada gadis itu. Dengan segera gadis itu  merebut uang itu dan memasukkanya ke dompetnya.

"Nah, Apa jawabannya?" tannya usahawan itu penasaraan. Dengan segera gadis itu menjawab, "Tidak Tahu Juga". Dia menyerahkan uang $10 kepada usahawan itu dan menutup matanya untuk tidur...
Ha...ha.... Kasian banget tuh Usahawan he....

"Merpati Putih & Mawar Putih"

Pagi itu, seekor merpati putih tengah bertengger di atas pohon. Sesekali ia menganggukan kepalanya seolah-olah memberi ucapan selamat pagi pada mentari yang muncul dari ufuk timur. Merpati itu terlihat sangat gagah. Bulunya putih dan bersih tak heran jika banyak merpati betina yang ingin menjadi pasangan hidupnya. Namun, merpati itu tak bisa membagi cintanya pada siapapun karena hatinya telah tertambat pada mawar putih yang ia jumpai beberapa hari yang lalu.

Seperti biasanya, merpati putih itu terbang meninggalkan sarangnya untuk menemui mawar putih cantik di sebuah taman. Merpati itu terbang mengepakkan sayapnya dengan gagah dan bersahaja sambil menyanyikan lagu cinta untuk mawar putih. Dari atas langit, ia menujukan pandangannya pada mawar putih itu. Tak lama kemudian, ia pun tiba menemui mawar putih tersebut.

“Selamat pagi Kekasihku!” sapa Merpati itu lembut pada kekasihnya.

Mawar putih menjawab lemah, ”Selamat pagi, Sayang!”

“Kasih, kenapa pagi ini kamu terlihat murung? Mengapa kamu gak terlihat segar seperti biasanya sih?” tanya Merpati putih heran.

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” 

“Katakan sayang!” pinta merpati penasaran.

”Sebenarnya aku berat untuk mengatakan hal ini, tapi aku harap sudah semestinya kamu tahu. Aku ingin kamu gak usah menemui aku lagi.” pinta mawar putih.

“Apa yang kamu katakan? Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa aku menyakitimu?” tanya merpati ingin tahu.

“Karena aku ingin melupakanmu, sayang.” Ucap Mawar putih yang pagi itu benar-benar terlihat layu.

“Ada apa denganmu? Mengapa kamu katakan itu? Kamu ragu dengan cintaku ini?

“Aku tahu akan hal itu, tapi aku tidak akan bisa menerimamu, aku benar-benar tidak bisa.”

”Mengapa? Apa karena kamu malu dengan mawar yang lainnya karena engkau tidak memiliki warna merah yang cantik seperti mereka? Atau ada alasan lain yang membuatmu seperti ini? Sayang dengar, meski kamu memiliki kulit yang jauh berbeda dengan mawar yang lainnya, aku akan tetap mencintaimu. Aku menerimamu apa adanya.”

”Bukan karen hal itu, sayang. Jujur, awalnya aku memang malu karena ditempat ini hanya aku yang mimiliki warna putih tapi, bukan itu alasannya. Sejak kamu ada di sini, aku merasa memiliki teman, aku juga tidak bisa memungkiri bahwa aku juga cinta padamu.”

“Lalu?”

“Apa kamu gak nyadar? Kita berbeda. Kita gak mungkin bisa meneruskan hubungan ini. Aku dan kamu gak akan bisa menjalin hubungan ini lebih jauh.”

“Sayang, aku gak peduli akan hal itu. Aku akui kita memang berbeda, tapi aku juga akui bahwa aku tidak bisa mendapatkan cinta selain cinta darimu.”

“Maaf, aku gak bisa meneruskan hubungan ini. Karena kita ditakdirkan tidak untuk bersama, aku takut aku tidak bisa membahagiakanmu, aku tidak bisa memberimu anak, karena kita memang sangat berbeda, aku harap kamu mau mengerti dan mau menerima keputusanku ini,” kata Mawar putih menjelaskan.

Merpati tertunduk kecewa, ”Oke, kalau itu mau kamu aku terima. Tapi, ijinkanlah aku membahagiakanmu untuk yang terakhir kalinya. Aku memiliki permintaan untukmu.”

“Apa?”

“Aku mau, aku menghabiskan akhir hidupku di sampingmu dan aku juga ingin membuatmu bahagia karena memiliki mahkota merah seperti yang kau inginkan.” ucap merpati.

”Apa yang kamu lakukan?” tanya mawar putih heran.

Merpati menarik salah satu ranting pohon kecil di sekitar tempat mwar putih. Ditajamkannya ujung ranting tersebut menggunakan paruhnya. Lalu, merpati tersebut melukai dadanya menggunakan ranting tajam tersebut. Kemudian ia terbang di atas mawar putih sehingga perlahan darah itu menetes di atas kulit mawar putih. Merpati terus terbang menghabiskan darahnya untuk mawar putih. Beberapa saat kemudian kulit mawar putih berubah menjadi merah. Mawar putih menangis melihat kesetiaan cinta merpati putih padanya. Ia benar-benar tak sanggup melihat kesetiaan mawar putih memberikan darah untuknya. Ia tidak bisa menghentikan apa yang dilakukan oleh merpati putih. Hingga tak lama kemudian, merpati putih jatuh, dadanya berlumuran darah, ia terkapar di tanah. Di akahir-akhir hidupnya, ia menatap lekat mawar putih, terlihat setitik air bening di sudut matanya. Ia memberikan senyuman indah pada mawar putih sebelum akhirnya ia tak bergerak dan menghembuskan nafas terakhirnya di samping mawar putih.

Bertahun-tahun setelah itu mawar putih kini telah berubah menjadi mawar merah yang begitu cantik. Sejak saat itu pula, mawar merah memiliki duri-duri yang begitu tajam. Ia ingin duri itu menjaga kecantikan yang diberikan oleh merpati putih untuknya karena dengan duri itu juga ia ingin menjaga apa yang telah diberikan oleh kekasih yang sangat mencintainya. Merpati putih telah mengajarkan padanya tentang arti kesetiaan dan keabadian.

Merpati putih telah menunjukkan satu kisah yang teramat indah. Merpati juga juga telah membuktikan bahwa untuk memiliki apa ia ingini tidak harus selalu bersama. Dan, merpati putih memberikan pelajaran bahwa membahagiakan siapa saja yang kita cintai adalah cara terindah agar cinta kita tak lekang oleh waktu.

Maka hargailah siapapun yang mencintai kamu sebelum mereka pergi jauh darimu….
Terkadang kita sering mati rasa saat seseorang mencintai kita….
Bahkan kita menyia-nyiakan mereka….
"Begitu Banyak Pesan yang terkandung dalam cerita ini... Semoga kita dapat mengambil hikmahnya... "

Jumat, 20 Mei 2011

Menantang Maut di Desa Batu Mamak Kecamatan Tigabinanga










Cuplikan salah satu Video yang diambil melalui Hand Phone. Pengemudi berusia 61th, Dia bernama Pt. Em. Setia Sembiring. Cuplikan video ini di desa beliau di desa Batu Mamak Kecamatan Tiga binanga.  Saya adalah anak pengemudi mobil tersebut, dan saya jugalah yang mengabadikannya melalui Hp saya ke dalam bentuk Video. Kenangan yang tidak terlupakan, "SIKEMBAR"

Kamis, 12 Mei 2011

"BUANG SEMUA KEPAHITAN"

"RENUNGAN"

Efesus 4:31 "Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikia pula segala kejahatan"

Di bulan Juni 1966, Ruben Carter seorang petinju terkenal, bersama seorang kenalannya dihukum atas tuduhan pembunuhan dalam suatu pengadilan yang dipublikasikan begitu gencar dan sangat bernuansa diskriminasi rasial. Petinju itu tetap mempertahankan keyakinannya bahwa ia tidak bersalah. Setelah dipenjara selama 19 tahun, Carter di bebaskan ketika akhirnya pengadilan menyatakanya tidak bersalah. Setelah bebas ia mengatakan "Bukankah siapa pun yang mengalami kondisi ini berhak untuk sakit hati ??

Saya telah belajar bahwa kepahitan hanya akan menggerogoti wadah yang menampunggnya . Dan bagi saya, membiarkan kepahitan menguasai saya dengan cara apa pun, berarti mengizinkan mereka telah memenjarakan saya untuk mengambil lebih dari apa yang telah mereka ambil".

Sikap Carter sungguh luar biasa. Tidak semua orang dapat melakukan prinsip tersebut, yaitu mengampuni orang yang bersalah kepadanya dan tidak membiarkan rasa dendam itu menguasai hatinya. Ia tahu benar tidak ada keuntungan yang di dapat bila menyimpan salah satu penyakit hati itu. Kepahitan hanya akan menghancurkan hidupnya, tetapi melepaskan pengampunan justru akan melegakan hidupnya.

Setiap hari di dalam dunia pendidikan, pekerjaan dan pelayanan, kita bertemu dengan bermacam-macam tipe manusia. Ada yang asal bicara, asal tuduh, seenaknya memfitnah dsb. Hal tersebut rentan membuat kita kecewa, marah bahkan sakit hati. Tetapi apakah dengan melampiaskan amarah, semuanya akan menjadi lebih baik?. Yang ada justru seperti pepatah "Menang jadi Arang, Kalah jadi Abu", alias sama-sama dirugikan. Karena itu, mari kita belajar melupakan sikap Negatif orang lain dan percayalah jika kita mampu melakukannya, kehidupan akan jauh lebih ringan dan tenang. Tuhan Memberkati Kita Semua ^_^